LIE Part 2

Cast : Lee Jonghyun,
Han DaYoung

Other :
CN Blue member
Nam Gyu Ri
Kang Sora
Min Soo Hyun
Cho Kyuhyun
Siwon
Shindong
Sungmin
Yesung
Leeteuk
han Sonsaengnim

Genre : Romance

Part ~2
Author pov

Semakin hari Da Young dan Jonghyun semakin dekat, mereka sering mengerjakan tugas bersama di perpustakaan. Dan sering makan siang bersama. Kyuhyun tidak menyukai itu, dia sulit mendekati Da Young sekarang. Padahal Kyu sudah mulai jarang bermain-main bersama yeoja seperti dulu.
Saat pelajaran olahraga berakhir Siwon dan Shindong menghampiri Jonghyun yang keluar dari ruang ganti. Mereka menahan bahu Jonghyun.
“Ada apa?”Tanya Jonghyun.
“Kau memiliki urusan dengan bos kami.”Ucap Shindong.
“Ikut kami.”Tambah Siwon. Jonghyun bersabar dan mengikuti mereka. Saat melalui sebuah loker. Dia lalu dipukul dari samping. Iapun jatuh . Sungmin yang memukulnya, disampingnya berdiri Kyu yang bersender pada loker.
“Apa yang kalian inginkan?!”Ucap Jonghyun. Tapi Siwon dan Shindong menahan tubuhnya dan mendorongnya hingga menubruk loker.

“Aku sudah peringatkan. Han Da Young milikku.” Saat itu juga ia dihujani tinju dari Kyu. ia tidak bisa melawan karena terus dipegangi.

***

“Apa kau yakin Sora??”Tanya Da Young sambil berlari.
“Tentu saja! Mereka tidak keluar-keluar dari ruang ganti. Saat Da Young ingin masuk mereka bertemu Yesung dan Donghae.

“Ya! Ini ruang ganti namja Da Young-ahh.”Ucap Yesung sambil merentangkan tangannya.

“Yesungie, kita harus masuk. Aku curiga Jonghyun sedang dikeroyok.”Ucap Da Young.

“Mwo? Apa kau tidak salah?”Tanya Donghae.

“Tentu saja, ppali! Ppali! Kita harus kedalam!”Ucap Sora panik, Da Young berlari terlebih dulu diikuti tiga orang dibelakangnya.

***
Bukk!bukk! Jonghyun mendapat pukulan bertubi-tubi ditubuhnya.
Kacamatanya jatuh dan retak.
“Kyuhyun!!”Teriak Da Young, mereka semua terkejut. Kyu melepas kerah baju Jonghyun, Jonghyun melihat sekilas bayangan Da Young,lalu jatuh pingsan. Da Young mendekati mereka lalu menampar Kyu dengan sekuat tenaga. PLAK!!
“Kau tidak berubah sedikitpun.”Ucap Da Young. Kyu dan teman-temannya pergi.

“Aigoo!! Dia babak belur Da Youngnnie.”Ucap Sora.

“Ayo cepat bawa dia kerumah sakit.”Ucap Donghae , ia dan Yesung memapah Jonghyun.

~~~

Da Young mondar mandir menanti dokter keluar. Ia sangat gelisah.
“Da Young, bisakah kau berhenti? Aku pusing melihatmu berputar-putar seperti itu.”Ucap Yesung sambil memegang kepalanya.
“Yesungie!.”Lirik Sora tajam.

“Tapi kepalaku pusing melihatnya @-@”.

“Sudah, kalian jangan ribut. Da Young duduklah, sebentar lagi dokter pasti keluar.”Ucap Donghae.

“Aiisshh.. Kalau aku diam, membuat diriku makin gelisah.”Ucap Dayoung bersamaan itu pintu terbuka dokter keluar.

Dia baik-baik saja, tidak ada luka dalam. Hanya memar-memar. Dia hanya perlu beristirahat beberapa hari.”UcAp Dokter yang sudah parubaya itu.

“Nan jeongmal kamsahamnida dokter.”ucap Da Young.

“Kau masuk lebih dulu Da Youngnnie.”Ucap Sora.
“Benar, masuklah lebih dulu.”Tambah Donghae.
“Emm!”Ucap yesung sambil mengangguk angguk.

“Geurayo..”Ucap Da Young, saat melangkahkan kakinya dan masuk kedalam ia melihat Jonghyun seperti biasa dengan senyum khasnya, ia memakai kacamatnya yang sudah agak retak. Wajahnya memar dibeberapa tempat. Tapi Jonghyun tetap tersenyum.
“Mianhae…”Ucap Dayoung, seraya duduk disebelah ranjang Jonghyun dan menggengam tangannya.
“Jeongmal mianhae.”Ucap Dayoung lagi air mata sudah mengembang dipelupuk matanya.ia tidak tega melihat keadaan Jonghyun.

“Gwenchana Dayoung-ahh.. Ini bukan salahmu. Yaaa..jangan menangis.”Ucap Jonghyun lembut, Jonghyun menghapus air mata Da Young yang hampir jatuh.

“Kau babak belur seperti ini, tapi kenapa kau tetap tersenyum. “Tangisan Da Young pecah. Jonghyun merengkuh Dayoung dan memeluknya.

“Gwenchana.. Jangan menangis, ini tidak sesakit yang kau bayangkan.”Ucap Jonghyun menepuk punggung Da Young.

“Mianhae..jeongmal Mianhae.” Da Young berusaha kembali seperti semula, dia sangat khawatir. Apalagi ketika mengingat darah diwajah Jonghyun. Jonghyun tetap tersenyum.

Jonghyun Pov

Untung saja Dayoung mau pulang, kalau tidak apa yang harus aku katakan ketika ia melihat Ke3 pria ini berada disini.

“Hyung! Harusnya kau keluarkan jurus -jurusmu.”Ucap Junshin.

“Mereka menahanku Jungshin-ahh.”Ucapku.

“Kau begini karena noona cantik itu ya?”Tanya Minhyuk.

“Ini bukan salahnya Hyuk, mereka hanya segerombol murid yang merasa berkuasa disekolah.” Jelasku. Hyung sendiri hanya diam daritadi.

Akhirnya pihak FNC memutuskan agar aku dirawat didorm agar media tidak mengetahuinya,jadi para member juga tidak perlu menyamar untuk menjengukku. aku jg sebenarnya tidak mau menginap dirumah sakit. Hyung menyuruhku tidak masuk sekolah hari ini, tapi aku tidak bisa, karena aku sangat merindukan Da Young. Akupun nekat keluar diam-diam dari dorm. Tapi ternyata Hyung memergokiku. Dia lalu membawaku kembali kekamar. Aku tidak bisa melawan hyung.

“Istirahatlah sehari saja, besok kita manggung, kau mau manggung dengan wajah babak belur seperti ini?. Istirahat jangan keluar. Arrasso?”Ucapan Hyung ada benarnya.

“Arra..” Ucapku, lalu bergelung diatas tempat tidurku saat hyung keluar. tak lama ponselku bergetar. Sebuah pesan masuk. Dilayar tertera nama Da Young.

‘Aku mengunjungimu dirumah sakit pagi ini, tapi kau tidak ada. apa kau sudah pulang?kalau ya, berarti keadaanmu mulai membaikkan? Aku berharap begitu^^
Cepat sembuh Lee Jonghyun.’
Aaahhh! Ini makin membuatku merindukannya! Untung saja tidak ada yang mendengar teriakanku. Aku memainkan sebuah lagu akhirnya, agar tidak terlalu memikirkannya.

“Geudaega useoyo nareul bomyeonseo useoyo
geudaeui geu misoga gomawoyo
saranghandan mareun an haedo naneun neukkil su isseoyo
geureon geudae sarangi nan gomaul ppunijyo

geudaega marhaeyo nareul bomyeonseo marhaeyo
geudaeui hanmadiga gomawoyo
saranghandan pyohyeon an haedo naneun neukkil su isseoyo
geureon geudae sarangi nan gomaul ppunijyo”

Dayoung pov

” geosen bi barami urireul maga seol ttaedo itgetjiman
uriga jabeun du son nohji marayo
geudae sarang neomu gomawoyo geudae sarang itji anheulgeyo
gyeote itneun geot maneurodo nan haengbokhal su isseoyo
geudae sarang neomu gomawoyo geudae sarang itji anhayo
nun gammeun geu nalkkaji geudael itji anheul geoyeyo…”

Playlist di i-podku sedang memutar lagu thank you CN BLUE.. Suara lee jonghyun mengisi telingaku. Aku membuka mata menatap langit sore.
‘Rupanya seperti ini hal yang dilihat Jonghyun saat berbaring di taman sekolah’batinku sendiri. Langit sangat cerah sore itu. Aku memutuskan mampir ketempat ini. Sepertinya aku merindukan namja itu.
Aku membaca pesan yang dikirim Jonghyun tadi.
‘Mianhae tidak mengabarimu, keluargaku pagi-pagi tadi meminta agar aku dirawat dirumah. Gomawoyo Da Young-ahh, aku akan segera masuk ^^.’ Aku tidak membalas pesan itu lagi, aku tidak tahu harus bilang apa. Sempat terpikir olehku untuk membalas. ‘Ya! Cepat sembuh, aku merindukanmu.’Tapi.. Yang benar saja.–”

***

Minggu malam setelah pergi makan, Sora dan aku berencana membeli beberapa pakaian, sudah lama kami tidak berbelanja.
Saat kami keluar dari restaurant kami berpapasan dengan member CN BLUE.
“Oppa? Kalian CN BLUE kan?”Ucap Sora spontan. Keempat pria itu sangat tampan malam itu, tiga maksudku, karena satu dari mereka menutup wajahnya dengan kacamata hitam dan masker. Dia Lee Jonghyun.
“Annyeong Oppa!”Ucap Sora .

“Annyeong.”Ucap mereka bersama sambil bow.

“Kalian sudah makan?”Tanya Minhyuk.

“Ne~. Kalian sering makan disini?”Tanyaku.

“Kami ada janji di restaurant ini.”Ucap Yonghwa oppa sambil tersenyum. Mereka semua sangat ramah.

“Bisakah kita cepat masuk?.”Ucap Jonghyun dingin membuat kami merasa canggung.

“Aah~ sepertinya hyung kedinginan.”Ucap Jungshin sambil tertawa. Dan menepuk punggung Jonghyun yang memalingkan wajahnya.
“Nde. Kami baru saja mau pulang, kalian bisa lanjut. Kami permisi. Annyeong oppa.” ucapku sambil bow, lalu menarik Sora pergi.

“Annyeong oppa! Senang bisa bertemu kalian!”Teriak Sora. Mereka melambai dari kejauhan. Lihat saja sikap namja itu. Sombong sekali, memangnya dia sangat keren?!menyebalkan!

author pov.

sejak kejadian pengeroyokan itu, Kyuhyun dan teman-temannya di skors selama 5 hari, Jonghyun juga belum masuk sekolah selama masa pemulihan luka-lukanya.
Kyuhyun merasa bosan dirumah, akhirnya ia meminta Siwon untuk menemaninya pergi ketoko musik.
“AAhh..~akhirnya aku keluar juga dari rumah.”ucap Siwon. Siwon menoleh kepada Kyu karena ia tidak merespon apa-apa. rupanya namja itu sedang memperhatikan sesuatu.
“Yaa! apa yang kau lihat?.”tanya Siwon. Kyu lalu menunjuk kearah yang dari tadi menarik perhatiannya.
“kau lihat, itu kan si anak baru.”ucap Kyu.
“aahh! kau benar! sedang apa dia disini?.”tambah Siwon, ia ingin mendekati Jonghyun namun ditahan oleh Kyu.
“anni.. kita ikuti saja dia. aku penasaran, seperti apa namja yang dapat membuat Dayoung tertarik. Siwon pun menurut.

akhirnya Kyu dan Siwon mengikuti namja berkacamata itu tanpa diketahui. Jonghyun tidak sadar sedang diikuti. ia masuk begitu saja kedalam dorm.\
Kyuhyun dan Siwon terkejut.
“Bukankah itu dorm CNBLUE, kenapa dia masuk kesana?.”ucap Siwon heran.

“kita tunggu saja lagi.”ucap Kyu.

selama 1 jam Kyu menunggu, akhirnnya membuahkan hasil, ia melihat Jonghyun keluar bersama Yonghwa berbincang sebentar didepan,
lalu masuk kedalam mobil.
“I..ituu..”ucap Siwon terbata. Kyu tersenyum puas.

“kita dapat kartu matinya.”ucap Kyu.

Jonghyun pov

Pagi itu aku melihat wajah Da Young berseri, mungkinkah karena aku masuk hari ini?Melihatnya ceria saja sudah membuatku senang.
Hari ini kami praktek menggunakan alat musik. Kami menggunakan aula yang biasa digunakan untuk pertunjukan.

Kyu melambai pada Da Young agar ia duduk bersamanya. Tapi Da Young mengacuhkannya dia duduk disebelahku. tidak heran image Kyu pasti semakin buruk semenjak kejadian pengeroyokan itu.

Han Sonsaengnim memanggil kami satu-satu untuk menunjukkan bakat kami bermain musik. Tiba giliran Da Young, aku penasaran sekali alat musik apa yang ia pakai. Dia memilih gitar. Lalu mulai memainkannya. Dia bermain dengan sangat baik. Jarang sekali ada wanita yang bisa bermain gitar semahir dia. Dia tidak asal memainkannya. Permainannya juga tertata rapih.

Semua memberikan applause.

“Dia memang hebat, aku penasaran apa yang tidak bisa ia lakukan. Hampir semua alat musik bisa ia mainkan.”Ucap Yesung.

“Benar, selain cantik dia juga berbakat. Benar-benar si Kyu itu sayang sekali ia menyia-nyiakan Da Young.”Tambah Donghae.

“Apa dia memang semahir ini sejak dulu?”Tanyaku.

“Ne~ dia salah satu gitaris terbaik disekolah ini. Kyu salah satu saingannya.”Ucap Donghae.
“Nde, aku saja tidak bisa memainkan gitar semahir dia.”Tambah Yesung.
“Kau hebat sekali.” Ucap Donghae ketika sadar ternyata Da Young sudah datang.

“Gomawo Donghae-ssi.”Ucapnya ramah.

“Permainanmu bagus sekali, aku tidak tahu kau mahir bermain gitar.”Ucapku.

“Gomapta Jonghyunssi. Aahh~ Aku masih harus banyak belajar.” Ucapnya. Kyuhyun mendapat giliran , dia juga memainkan gitar listrik.

Ternyata dia memang mahir, semua wanita kecuali Da Young tentunya bersorak histeris.

“Dia gitaris yang hebat ya.”Ucapku.

“Ya..tidak buruk,”jawabnya datar. dulu aku menyukai permainan gitarnya, tapi sekarang aku hanya menyukai permainan gitar Jung Yonghwa member CN BLue.”Ucapnya sambil tersenyum. Ternyata dia menyukai hyung. Bukan aku.

“Lee Jonghyun, ” panggil Sonsaengnim.Aku terkejut.

“Giliranmu, hwaiting!”Ucap Da Young sambil tersenyum. Sebelum salah tingkah aku segera maju.

“Apa yang akan kau mainkan?”Tanya Sonsaengnim.

“Gitar Sonsaengnim .”

“Baiklah silakan mulai.”

Aku sempat bingung harus menunjukan kemampuanku atau tidak, tapi ternyata percuma saja, bila sudah bersama gitar aku tidak bisa menahan perasaanku untuk mengekspresikannya.
Semua standing applause dengan keras saat aku selesai.
“Wah, kita punya 3 gitaris handal kali ini.” Ucap Sonsaengnim .

Saat aku kembali ke bangku. Aku dapat merasakan tatapan tidak suka dari Kyu dan kawan-kawannya. Walaupun aku pemegang sabuk hitam, entah kenapa aku agak takut melihat Siwon dan Shindong yang sepertinya sadis. –”
Donghae dan Yesung memuji permainanku ketika aku duduk. Begitu juga dengan Da Young yang terlihat terkejut.

“Aku tidak tahu kau mahir bermain gitar.”Ucap Dayoung. “Bagus sekali. Permainanmu. Aku suka.”

“Haahaha..jeongmal Gomawoyo Da Yaoung. Aku masih perlu banyak belajar.” Ucapku meniru jawabannya, Dayoung tertawa aku senang melihat ekspresi Da Young yang begitu bahagia.

Setelah semua tampil Sonsaengnim membagi kami dalam beberapa kelompok. Masing-masing terdiri dari 2 orang. Sonsaengnim mempasangkan aku dengan Da Young. Untung saja aku tidak bersama kelompoknya Kyuhyun.tapi aku khawatir kalau perasaan ini semakin dalam padanya.
Aaah~ aku hanya harus menyelesaikan tugasku sebagai murid disini. Aku berusaha fokus pada tujuan utamaku.

Hari itu aku pulang lebih awal, pasti Da Young mencariku, karena aku tidak bertemu dengannya saat aku kedalam kelas mengambil barang-barangku. Hari ini kami ada jadwal tampil di dua acara.
Setelah tampil di acara tv star king. Kami manggung di sebuah acara total request, jadi kami hanya membawakan lagu pilihan fans dengan cara diundi. Giliran band kami tiba, karena tidak hanya kami yang menjadi bintang tamu saat itu.
Yong sebagai leader mengambil kertas dalam tabung undian.
“The way part 3 ~ eclipse, aahh~ lee Jonghyun are u ready?.”Tanya Yong.
“Yes sir.”Ucapku. Semua bersorak gembira.
Dimulai dengan tuts tuts piano. tiba memainkan giliranku. Semua bertepuk tangan.
Terlintas wajah Da Young saat aku memainkan lagu ini,

“Its Hard to say my mind
kimi no koe wo tashikametai
Can you tell me your height
todokazuni shizumu tame iki..” ya.. Lagu ini memang tepat untukku.
“I dont wanna see you feeling blue…” Saat melantunkan lirik itu, aku membuka mata, aku melihat Da Young dibarisan penonton. Walau ia tidak paling depan, aku dapat melihatnya. Apa karena diriku hanya terlalu menghayati lagu ini. Tapi itu memang benar-benar dia. Dia menatapku. Dia tidak tersenyum.

“I dont wanna see your light is gone
towa naru jikan itsuja kiito aeru…
sono hi ga kuru made wa
kimo wo mimamoritai
I dont know but I belive that we can be the one
we both know..”

*
Aku terkejut ketika seseorang menepuk pundakku. Saat aku berjalan kekelas untuk mengambil tas.
“Kita sekelompokkan? Kita harus mengerjakan tugas hari ini, kau sudah baikan?.” Ucap Da Young ketika berjalan menuju kelas.

“Ne~ gwenchanna.” Aku hampir lupa kemari aku ijin karena sakit. Tiba-tiba seseorang merangkul Da Young.

“Aku mencarimu chagi.”Ucap Kyu.

“Ya!! Lepas Kyu.” Berontak Da Young.

“Kenapa, kau malu dilihat namja pabo ini?”
Ucap Kyu menatapku. Aku berusaha menahan amarahku.

“Hentikan Kyu. Lepaskan!” Kyu mencoba mencium Da Young, aku tidak tahan lagi, saat itu juga tinjuku melayang ke wajahnya.
Mereka terkejut. Kyu terlihat marah, tapi aku senang karena bibirnya sudah berdarah.
“Ya! Beraninya kau!.”Ia melayangkan tinjunya aku sudah siap menghadang, tapi tinju itu terlalu cepat. Dan mengenai Da Young yang menghalangi. Kyu akhirnya meninju wajah da Young.
Kami sama-sama terkejut.
“Sudah puas?!!”Ucap Da Young dingin.

“Mianhae Chagi. Kau baik-baik saja?”Tanya Kyu, ia ingin memegang wajah Da Young. Tapi ditepis olehnya.

“Jangan pernah sentuh aku! Jangan pernah ganggu kami lagi.”Ucap Da Young tegas lalu ia mengajakku pergi.

Da Young memalingkan wajahnya ketika ia sadar aku memperhatikan wajahnya. Akupun menghentikannya. Menarik tangan yang menutupi lukanya. Aku mengamati wajahnya, Sudut bibirnya berdarah. Pipinya agak memar.
“Gwenchana.”Ucapnya masih sambil tersenyum. Aku tidak tahan, lalu menariknya ke Uks.

Da Young Pov.

UKS sedang kosong, petugas yang berjagapun tidak ada. Jonghyun mengambil kotak P3K. Dan mulai menaruh obat diatas kapas. Dia mulai mengobati lukaku dengan lembut.
“Apa yang ada dikepalamu, menghadang seperti itu.”Ucap Jonghyun. Dia terlihat khawatir. Wajahnya sangat lucu, aku jadi tertawa.
“Ya!! Kenapa kau malah tertawa?”Tanyanya bingung. Wajahnya lucu sekali, Aku semakin keras tertawa. Tiba-tiba aku merasakan nyeri dipipiku.
“Sakitkan, rasakan karena kau menertawakanku.kau ini yeoja yang aneh.mana ada yeoja yang melindungi seorang namja.pabo!”Ucapnya.
“Mianhae,”ucapku sambil tersenyum. Dia menatapku lama.
“Aaaissh~ mana bisa aku tahan melihat tampangmu yang seperti ini” ucap Jonghyun dia Lalu memegang tanganku.
“Jebalyo..jangan melakukan itu lagi, aku yang akan melindungimu. Jangan pernah kau membiarkan dirimu terluka karena aku. Arrasseo?” Wajahnya terlihat serius. Aku merasa ada aliran aneh saat tangannya menggenggam tanganku. Dan jantungku berdegup kencang.Aku tersenyum dan mengangguk.
“Arra..gomapta.”Jawabku. Dia tersenyum memamerkan lesung pipinya. Aku jadi teringat seseorang. Wajahnya terlintas begitu saja.

“Kkaja..kita pulang, dan menyelesaikan tugas membuat musik yang diperintahkan Sonsaengnim .”Mana mungkin Jonghyun orang itu. Aku lalu berdiri.

“Geuraeyo.”

*****

Oetoriya, oetoriya..
Dering ponselku berbunyi.
“Yeobseoyo..”Ucapku.
“Da Youngnnie, gwenchanna? Aku dengar Kyu memukulmu karena kau menolong Jonghyunnie.”Ucap Sora dengan nada panik.
“Gwenchanna, Sora. Aku sudah di Heaven. tapi aku tidak bisa menemanimu setelah itu. Aku harus mengerjakan tugas.”Balasku.

“Aigoo.. Hmm.. Geuraeyo.. Hati-hati Da Youngnnie. Aku akan pulang larut malam, aku pergi bersama Gyu Ri dan yang lain juga.. Kau tahu kan Shindong ulang tahun.”

“Arra.. Sampaikan saja salam untuknya. Annyeong.”

“Kau bekerja sebagai apa disini?” Tanya Jonghyun sambil melihat sekeliling.

“Duduklah, nanti kau akan tahu. Tunggu ya.” Akupun meninggalkannya.

“Siapa pria berkacamata itu?”Tanya Teukie pemilik cafe.
“Teman sekolahku. ada tugas yang harus kukerjakan bersamanya.”Jelasku.
“Wow.. Aku pikir seleramu berubah Da Young ahh. Dia sangat tidak berstyle. Tapi wajahnya cukup imut. Kalau saja dia pandai berpakaian. Dia pasti tidak kalah dari cho Kyuhyun.”
“Oppa…”
“Aissh..sudah, lupakan lupakan.. Ppali, Sekarang saatnya kau bekerja.”
Aku mengganti bajuku, lalu naik kepanggung. Band teukie oppa sudah datang, biasanya aku hanya menggantikan vokalisnya. karena ia bekerja tidak bisa full time. Teukie oppa yang merupakan alumni lulusan sekolahku menawariku part time di cafe miliknya ini.
Aku mengambil gitar dan menyapa pengunjung seperti biasa. Aku senang mereka selalu antusias dengan penampilanku. Di cafe ini hanya orang tertentu yang bisa datang. Anak sekolah tidak diijinkan masuk kesini. Cafe ini memiliki gaya elegan dan mewah. Sama seperti Teukie Oppa.
Aku lalu memetik gitar.

Ji-geum nae-ga ha-neun yae-gi
Neol a-peu-ge hal-ji mol-la
A-ma nal juk-do-rok mi-weo-ha-ge doel ggeo-ya

Nae-ga yeo-jeon gat-ji anh-da-deon ne mal
Mo-du teul-lin mal-eun a-ni-ya
Na-do byeon-hae-beo-rin nae-ga nat seol-gi-man-hae
Neo-mu chak-han neon-de neon geu-dae-ro-in-de Oh

Lagu milik 2NE1 mulai kulantunkan.
Aku sangat senang melihat mereka yang menikmati penampilanku.
Setelah itu lagu ke dua entah kenapa tangan ku lalu memetik nada-nada lagu ini..
Akupun melanjutkannya. Karena home band teukie oppa juga langsung mengenali lagu ini.
“Its Hard to say my mind
kimi no koe wo tashikametai
Can you tell me your height
todokazuni shizumu tame iki

If you searching for the shine
sono te wo hanasai
kitto meguri au
dreaming of you
haruka na tabi e..

I dont wanna see you feeling blue
I dont wanna see your light is gone
towa naru jikan itsuja kiito aeru..”

Semua bertepuk tangan ketika aku selesai. Aku segera turun.
“Good Job Dayoung -ya!.”Ucap Oppa Teukie. Sambil ber high5.
“Gomawoyo oppa. Maaf ya aku tidak bermain full hari ini.”
“Gwenchana. Ppali. Temanmu itu sudah menunggu.” Ucapnya. Aku lalu menghampiri Jonghyun. “Mianhae, aku terlalu lama ya.”
“Anniyo.. Rupanya kau memiliki suara yang bagus. Sudah berapa lama kau bekerja disini?”Tanyanya.

“Apa kau baru tahu suaraku bagus?.”Ucapku dengan nada tidak serius tentuny.” Jonghyun mengerucutkan bibirnya, “Sejak tahun lalu.”Jawabku sambil tertawa.

*****

Author pov

Hati Jonghyun masih bergetar mendengar suara Da Young saat menyanyikan lagunya tadi. Jonghyun memberanikan diri bertanya.

“Yang lagu terakhir itu… Lagu CN BLUE kan?”Tanya Jonghyun akhirnya, hatinya takut kalau Da Young menyadari sesuatu.

“Ne~ aku sudah pernah bilang kan? Aku fans mereka.”Ucap Da Young sambil tersenyum.

“Kenapa kau memilih lagu tadi?”Tanya Jonghyun lagi.

“Entahlah..mungkin karena aku habis melihat konser mereka kemarin malam.. Hehehe.. Aneh sih. Aku tiba-tiba memainkan lagu itu.”
mereka tiba didepan rumah. Da Young mengambil kunci dan membukanya.

“Memangnya tidak ada orang dirumah?”Tanya Jonghyun.

“Sora pulang malam. Gwenchana..kkaja.”Ucap Da Young mengajaknya masuk kedalam. Jonghyun terlihat bingung.

“Sora? Memangnya kau tidak tinggal bersama orang tuamu?.”Tanya Jonghyun lagi.

“Anni…aku ingin hidup mandiri, lagipula ayahku sibuk di Busan. Apa kau tidak lapar? Kita belum makan malam kan. Aku akan mengambil sesuatu di dapur. Jonghyun-sshi kau bisa mengambill gitar dikamarku. Itu yang pintunya berwarna putih.”Ucap Da Young sambil berjalan menuju dapur.

“Mwo? Tidak apakah ?.”Tanya Jonghyun ia mencari pintu berwarna putih yang memang hanya satu di rumah itu. Jonghyun mengamati tulisan hangeul di papan kecil yang ada di pintu. ‘Dreamer’
“Gwenchana, masuk saja.” Ucap Da Young dari dapur. Jonghyun lalu masuk kedalam mencari gitar Da Young. Ia terkejut melihat poster di atas meja belajarnya. Da Young mengumpulkan poster2 di tembok di satu sisi ruangan itu tepat diatas meja. Jonghyun terkejut karena poster itu paling banyak gambar dirinya sedang bermain gitar saat konser.ada juga foto-foto yang digantung diatas mejanya , foto-foto hasil jepretannya saat konser. Ia terpaku. Ada rasa bersalah dihatinya, ada juga perasaan lega dan senang.

“Apa kau menemukannya?” Da Young masuk ke dalam kamar. Jonghyun lalu pura-pura mencari sekeliling.

“Anniyo..”

“Aissh, ini dia diatas lemari. ”

“Andwae aku saja.”Ucap Jonghyun berlari kecil menghampiri Da Young dan berusaha meraihnya, tentu saja Jonghyun lebih tinggi dari Da Young.
Da Young menoleh, Da Young tidak sadar . Jonghyun berada di belakang Dayoung berusaha meraih gitar. Jantung Da Young berdegup kencang. Jonghyun juga baru sadar kalau mereka sangat dekat. Mereka saling menatap. Tiba-tiba lampu padam.

“Ada apa ini?”Ucap Da Young panik. Dan menabrak Jonghyun sehingga mereka terjatuh dengan posisi Da Young diatas tubuh Jonghyun.
“Mianhae,”ucap Da Young, dia jadi gugup.
“Gwenchana, kau baik-baik saja?”Tanya Jonghyun.
“Ne~aku akan mencari lilin.”Ucap Dayoung berusaha meraba-raba mejanya dan mencari lilin.
“Kau menemukannya?”Tanya Jonghyun menghampiri Da Young, tapi ia tidak tahu dimana tepatnya Da Young berada. Ia menggunakan cahaya ponselnya untuk menemukan Da Young. Ia menerangi laci Da Young. “Lebih baik?.”
“Hehehe, nde~ gomawo. Sepertinya aku simpan disini.”Ucap Da Young. Dan akhirnya ia menemukan yang ia cari. Ia lalu menyalakan lilin dan menaruhnya di ruang tengah. Jonghyun menaruh gitar diatas sofa.
“Kkaja.. Makanlah, masih hangat.”Ucap Da Young. “Mianhae, kami belum beli bahan makan lagi, hanya ada ramen ini.”
“Gwenchana..aku biasa makan ini. Gomapta.”mereka makan dengan lahap. Jonghyun melihat sekeliling.

“Boleh aku bertanya sesuatu,”tanya Jonghyun.
“Emm..Ada apa?.”
“Bukankah kau bilang menyukai Jung Yonghwa, tapi kenapa lebih banyak poster Lee Jonghyun di kamarmu?.” Tanya Jonghyun dengan wajah polos.
“Aku memang menyukai Jung Yonghwa, aku menyukai semua member tepatnya. Mereka hebat..tapi Lee Jonghyun inspirasiku bermain gitar. Aku lebih sering melihatnya saat konser, saat suatu hari aku datang ke acara meet n greet. Aku bertemu dengannya. Tapi ternyata dia tidak seramah yang kubayangkan.aku sedikit kecewa.berbeda sekali dengan anggota yang lain. Oppa Yonghwa yang sangat ramah. Sedangkan Jonghyun tersenyumpun tidak, dia malah berpaling dan tidak melihatku. Pantas saja dia selalu sok cool diatas panggung. Yasudahlah, bintang memang seperti itu. Semakin hebat semakin tinggi harga diri mereka.”Ucapan Da Young membuat hati Jonghyun teriris.

“Begitukah? Apa kau membenciku juga? Namaku kan sama dengannya.”Ucap Jonghyun.

“Ahahaha, kalian orang yang berbeda Jonghyun-ssi.. Tentu saja aku menyukaimu.” Da Young dan Jonghyun sama-sama terkejut mendengar perkataan Da Young. Da Young lalu mengambil minum. Jonghyun selesai makan. Da Young kembali dengan sebuah botol dan gelas. Ia memberikannya pada Jonghyun.

Mereka mulai membuat lagu dengan penerangan cahaya lilin, karena sampai saat ini listrik belum menyala.

“Seperti ini saja. Na~na~na~” ucap Da Young sambil memetik gitar.
“Ahh~ andwae…kemari. Penutupnya seperti ini.” Jonghyun memetik gitar, tapi ia terlihat seperti memeluk Da Young. Jonghyun sendiri tidak sadar. “Arraseo?” Ucap Jonghyun. Ia terkejut. “Aahh~mianhae.”

“Gwenchanayo..hehehe.” Da Young tertawa lalu menulis kunci-kunci di kertas sesuai nada yang dimainkan Jonghyun. Tapi tangan Jonghyun lalu menggenggamnya. Da Young mendongak.

“Jeoneun dangsinul joahaeyo Han Da Young, aah~ anni.. Naege neol Saranghaeyo..” Ucap Jonghyun tiba-tiba. Da Young dapat melihat sorot mata Jonghyun yg tidak main-main.

“Jonghyun-ssi.. Waeyo?”

“Hanya kau yang berhenti disaat semua orang hanya melewatiku, hanya kau yang melihatku. Aku tidak bisa tidak melihatmu, aku khawatir kalau kau tidak disampingku. Aku selalu ingin bersamamu.” Perkataan Jonghyun membuat Senyum merekah diwajah Da Young. Dia mencium pipi Jonghyun.

“Saranghae Lee Jonghyun^^.”Jonghyun tersenyum. Dia merengkuh wajah Da Young. Dan menatapnya dalam.

“Tetaplah tersenyum seperti ini untukku, arrasseo?”

“Arra..^_^.” Jonghyun lalu memeluk Da Young.

Jonghyun pov.

“Kau tidak akan memberitahunya?” Tanya Hyung padaku saat aku selesai memasang senar gitar.

“Ini bukan saat yang tepat.”Ucapku.

“Tapi bagaimana kalau noona tau? Apa hyung tidak takut?.”Tanya Minhyuk gantian.

“Kami sudah cukup lama bersama, dia tidak akan tahu, aku sendiri yang akan memberitahunya. Gwenchana..” Ucapku sambil memasang senyum palsu.
Sebenarnya aku sangat khawatir, besok adalah acara itu. One day with CN BLUE. Aku akan berada sangat dekat dengan Da Young, bukan sebagai Lee Jonghyun si culun, tapi Lee Jonghyun member CN BLUE. Selama ini, aku selalu mencari alasan saat ia mengajakku menonton konser CN BLUE. Aku juga tidak pernah bernyanyi didepannya, aku khawatir dia akan mengenali suaraku. Hyung juga sering menasehatiku agar mengatakan yang sebenarnya pada Da young.

Sebelum konser hari ini, aku menemui Da Young dirumahnya. Dia membuat pancake untukku.

“Kau yakin tidak ingin menonton konser mereka denganku kali ini?”Tanya Da Young. Aku tertegun, berusaha mempertahankan senyumku. Aku tahu dia hanya iseng.

“Kau tahu kan chagiyaa.. Asmaku akan kambuh bila berdesak-desakkan.”Ucapku bohong. Sebenarnya sangat berat bagiku berbohong lagi pada Da Young, menyembunyikan identitasku darinya saja sudah menjadi beban bagiku. Da young tertawa kecil. Ia mengelus pipiku dengan lembut.

“Aku tahu sayang,” aku mengelus puncak kepalanya.

“Bersenang-senanglah hari ini, Sora akan menemanimu kan?”Ucapku.

“Emm.”Ucapnya dan mengangguk. Tapi aku melihat wajahnya yang khawatir.

“Apa kau memikirkan sesuatu?”Tanyaku.
Da Young menggenggam tanganku.

“Entahlah, aku merasa takut.”Ucap Da Young wajahnya memang terlihat sangat gelisah dan sedih. Aku lalu mendekapnya dengan erat.

“Bagaimana? Kau merasa baikan?”Tanyaku.

“Gomapta Jonghyun.”Ucapnya sambil tertawa kecil.

“Aku tidak akan meninggalkanmu, aku tidak akan membiarkanmu terluka.” Ucapku sambil menatap Da Young, ia akhirnya tersenyum. Aku mengelus pipinya. Lalu secara perlahan menarik wajahnya mendekat dan menciumnya dengan lembut cukup lama.

Da Young pov

Aku harus percaya pada Jonghyun, dia bukan seorang pembohong. Ucapku pada diriku sendiri.
“Da Youngnnie, ada apa? Apa perkataan Kyu beberapa hari yang lalu masih membayangimu?.”Tanya Sora dalam perjalanan konser BLUESTORM malam itu.
“Nan Gwenchanayo.”Ucapku sambil tersenyum.

Beberapa hari yang lalu, Kyu mendatangiku bersama Siwon. Mereka mengatakan melihat Jonghyun masuk kedalam dorm CNBLUE. Gyu ri dan Soo Hyun juga pernah melihat Jonghyun masuk kedalam mobil dan melihat Yonghwa didalamnya, Sora yang memberitahuku.

“Pantas saja dia pintar bermain gitar.”Ucap Siwon sambil mendekap kedua tangannya di dada.
“Apa kau tidak melihat kemiripan mereka? Aku hanya tidak ingin kau sakit hati.” Ucap Kyu.

Tapi itu semua tidak mungkinkan, mana mungkin seorang Lee Jonghyun yang aku cintai adalah Lee Jonghyun member CNBLUE si maniak gitar?

Konser dimulai dengan Intuition. Namja namja itu sangat tampan seperti biasanya. Mereka memakai kaos vneck berwarna putih dengan luaran jas yang berbeda tapi dengan warna yang senada. Mereka sangat enerjik. Semua Boice juga bersemangat. CN BLUE memang pandai berinteraksi dengan penonton di atas panggung. Jung Yonghwa leader yang hebat. >.<

Aku memperhatikan permainan Lee Jonghyun sepenuhnya saat ia menyanyikan lagu Thank You sebagai penutup. Dia tersenyum terus menyanyikan lagu itu. Aku berani sumpah kami melakukan eye contact. Dan saat itu Aku seperti merasa degupan aneh menyerang di dadaku.entahlah, Mungkin itu karena hanya aku senang dapat melakukan eye contact dengan idolaku. Tapi memang tidak bisa dipungkiri kalau Jonghyun memiliki lesung pipi yang sama. Ya Tuhan apakah mungkin?

Part 2 ~ the end

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s